Kamis, 12 Juni 2014
selamat datang
Selamat datang di warung me wer special ikan mujair, warung sederhana murah meriah. Serta menyediakan macam-macam kopi untuk menghangatkan badan didingin panorama kintamani danau batur.
Senin, 24 Februari 2014
Bagaimana Membudidaya Ikan Nila
Budidaya Ikan Nila
Ikan
nila adalah ikan yang hanya dapat hidup pada air hangat. Ikan nila ini
berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Budidaya ikan
nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau
luar kota yang airnya bersih.
Jenis
nila yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah jenis oreochromis
niloticus dan nila jenis mozambigue atau lebih dikenal dengan mujair.
Jenis nila ini banyak di sebarkan oleh BBPBAT ke seluruh tanah air.
Ikan Mujair
Ikan Mujair
Kingdom: AnimaliaPhylum: Chordata
Class: Actinopgerygii
Order: Perciiformes
Family: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Species: mossambicus
Harapan hidup: 11 tahun
Nama latin ikan mujair ialah Oreochromis mossambicus. Ikan mujair adalah ikan air tawar yang berasal dari Afrika Selatan dan pertama kali ditemukan di Indonesia oleh Pak Mujair.
Ikan
mujair berkerabat dekat dengan saudara mereka yang lebih populer, ikan
nila. Bersama ikan manfish/angelfish, ikan discus, ikan lohan dan ikan
oscar, ikan mujair dan ikan nila tergabung dalam keluarga Cichlid.
HABITAT
Ikan mujair hidup secara berkelompok. Tempat hidup ideal untuk ikan mujair adalah di perairan tenang seperti bendungan,
sungai dan danau air tawar. Meskipun ikan mujair dapat dipelihara di
dalam akuarium, mereka tidak akan tumbuh secepat ikan mujair yang
dibesarkan di kolam atau alam terbuka. Di beberapa daerah, bibit ikan
mujair ditebarkan di sawah pada musim tanam. Bibit ikan mujair akan
tumbuh hingga ukuran konsumsi (12-15 cm) bersamaan saat padi siap panen.
Ikan
mujair adalah spesies yang bandel (dapat beradaptasi dengan kondisi
lingkungan yang tidak ideal). Ikan mujair memiliki toleransi tinggi
terhadap kadar garam dalam air (salinitas), sehingga masih dapat
bertahan hidup di air payau. Mereka juga dapat hidup di air dengan
kandungan amonia di atas rata-rata ataupun dengan kandungan oksigen
terbatas.
Ikan
mujair memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat, terutama di
perairan dangkal. Penyebabnya adalah pertumbuhan tanaman air sangat
cepat di perairan dangkal, sehingga ikan mujair mendapatkan pasokan
pakan yang cukup. Ikan mujair jantan memiliki laju pertumbuhan 40% lebih
cepat dibandingkan mujair betina. Terlebih jika pemeliharaan dipisah
menurut jenis kelamin (pemeliharaan khusus untuk jantan tanpa ada betina
di kolam yang sama). Setelah mencapai berat 200 gram, laju pertumbuhan
akan melambat, sehingga para pelaku budidaya ikan mujair banyak yang
memilih segera memanen ikan saat mencapai ukuran 200 gram, karena ukuran
tersebut juga sudah masuk ukuran konsumsi.
Rekor dunia berat ikan mujair adalah 3,11 kg, ditangkap di bendungan Loskop (Afrika Selatan) pada tahun 2003 oleh Eugene Kruger.
Wisata Kabupaten Merangin: Cara Budidaya Ikan Nila
Wisata Kabupaten Merangin: Cara Budidaya Ikan Nila: Cara Budidaya Ikan Nila - Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikemba...
Langganan:
Postingan (Atom)


