Pages

Senin, 24 Februari 2014

Bagaimana Membudidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila adalah ikan yang hanya dapat hidup pada air hangat. Ikan nila ini berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Budidaya ikan nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau luar kota yang airnya bersih.
Jenis nila yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah jenis oreochromis niloticus dan nila jenis mozambigue atau lebih dikenal dengan mujair. Jenis nila ini banyak di sebarkan oleh BBPBAT ke seluruh tanah air.

Ikan Mujair

Ikan Mujair

ikan mujair
ikan mujair
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopgerygii
Order: Perciiformes
Family: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Species
: mossambicus
Harapan hidup: 11 tahun

Nama latin ikan mujair ialah Oreochromis mossambicus. Ikan mujair adalah ikan air tawar yang berasal dari Afrika Selatan dan pertama kali ditemukan di Indonesia oleh Pak Mujair.
Ikan mujair berkerabat dekat dengan saudara mereka yang lebih populer, ikan nila. Bersama ikan manfish/angelfish, ikan discus, ikan lohan dan ikan oscar, ikan mujair dan ikan nila tergabung dalam keluarga Cichlid.
HABITAT
Ikan mujair hidup secara berkelompok. Tempat hidup ideal untuk ikan mujair adalah di perairan tenang seperti bendungan, sungai dan danau air tawar. Meskipun ikan mujair dapat dipelihara di dalam akuarium, mereka tidak akan tumbuh secepat ikan mujair yang dibesarkan di kolam atau alam terbuka. Di beberapa daerah, bibit ikan mujair ditebarkan di sawah pada musim tanam. Bibit ikan mujair akan tumbuh hingga ukuran konsumsi (12-15 cm) bersamaan saat padi siap panen.
Ikan mujair adalah spesies yang bandel (dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak ideal). Ikan mujair memiliki toleransi tinggi terhadap kadar garam dalam air (salinitas), sehingga masih dapat bertahan hidup di air payau. Mereka juga dapat hidup di air dengan kandungan amonia di atas rata-rata ataupun dengan kandungan oksigen terbatas.
Ikan mujair memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat, terutama di perairan dangkal. Penyebabnya adalah pertumbuhan tanaman air sangat cepat di perairan dangkal, sehingga ikan mujair mendapatkan pasokan pakan yang cukup. Ikan mujair jantan memiliki laju pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan mujair betina. Terlebih jika pemeliharaan dipisah menurut jenis kelamin (pemeliharaan khusus untuk jantan tanpa ada betina di kolam yang sama). Setelah mencapai berat 200 gram, laju pertumbuhan akan melambat, sehingga para pelaku budidaya ikan mujair banyak yang memilih segera memanen ikan saat mencapai ukuran 200 gram, karena ukuran tersebut juga sudah masuk ukuran konsumsi.
Rekor dunia berat ikan mujair adalah 3,11 kg, ditangkap di bendungan Loskop (Afrika Selatan) pada tahun 2003 oleh Eugene Kruger.
duckweed (Lemna minor)
duckweed (Lemna minor), tanaman air yang dapat dimakan mujair

Wisata Kabupaten Merangin: Cara Budidaya Ikan Nila

Wisata Kabupaten Merangin: Cara Budidaya Ikan Nila: Cara Budidaya Ikan Nila - Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikemba...